|

Pengertian Selaput Dara

Written By. Admin on 19 September 2010 | 05.18.00


Sebenarnya apa sih selaput dara itu? selaput yang hanya adanya di organ intim wanita, bentuknya bermacam-macam, ada yang tebal, ada yang tipis, ada yag besar menutupi semuanya sampai harus dioperasi ketika puber karena darah mens nya tak bisa keluar tapi ada pula yang kecil hanya di pinggir-pinggir doang, jadi ini semua tergantung dari faktor genetik, dan faktor-faktor lainnya. Ada yang mudah sobek ada pula yg sudah melahirkan pun masih tersisa selaputnya, kenapa bisa sobek, ya karena tipis bisa saja sobek pas waktu senam ataupun berkuda atau naik sepeda bisa bermacam-macam sebabnya


Bahasa Indonesia :
Selaput dara adalah suatu lipatan selaput lendir yang mengelilingi atau sebagian meliputi lubang vagina eksternal. Ini merupakan bagian dari vulva, atau alat kelamin eksternal [1] [2] Sebuah istilah slang untuk selaput dara adalah "cherry",. Seperti dalam "kehilangan cherry seseorang" berarti kehilangan keperawanan seseorang [3]. Hal ini tidak mungkin untuk mengkonfirmasi bahwa seorang wanita adalah perawan dengan memeriksa selaput daranya [3] [2] Dalam kasus perkosaan yang dicurigai atau pelecehan seksual, pemeriksaan rinci tentang selaput dara dapat dilakukan,. namun kondisi selaput dara saja sering meyakinkan atau terbuka untuk salah tafsir , terutama jika pasien telah mencapai pubertas [1] Pada anak-anak, walaupun penampilan umum dari selaput dara yang berbentuk bulan sabit, banyak variasi yang mungkin.. [1] Setelah seorang wanita melahirkan dia mungkin pergi dengan sisa-sisa selaput dara yang disebut myrtiformes carunculae atau selaput dara mungkin sama sekali tidak ada. [4]


selaput dara ini paling jelas dalam gadis-gadis muda:. pada saat ini selaput dara mereka tipis dan kurang mungkin berlebihan, yang adalah untuk menonjol atau lipat lebih dari pada dirinya sendiri [8] Dalam kasus kekerasan terhadap anak dicurigai, dokter menggunakan sistem tampilan jam untuk menggambarkan pembukaan hymenal. Ke-12 posisi jam di bawah saluran kencing, dan 6:00 adalah ke arah anus, dengan pasien berbaring telentang. [9]

Pada saat seorang gadis mencapai usia sekolah, ini pengaruh hormonal telah berhenti dan selaput dara menjadi tipis, halus, lembut dan hampir tembus. Hal ini juga sangat sensitif terhadap sentuhan, seorang dokter yang diperlukan untuk spons daerah akan menghindari selaput dara dan spons vulval luar ruang depan bukan [5].

membuka hymenal prepubescent gadis 'datang dalam berbagai bentuk, tergantung pada tingkat hormonal dan aktivitas, yang paling umum bulan sabit (pelek posterior): tidak ada jaringan di posisi jam 12, band berbentuk bulan sabit dari jaringan 1-2 untuk 10-11 pukul terluas perusahaan sekitar 06:00. Dari seterusnya pubertas, tergantung pada tingkat estrogen dan aktivitas, jaringan hymenal mungkin lebih tebal dan membuka sering fimbriated atau berbentuk tidak teratur. [6]

Bahasa Inggris :
The hymen is a fold of mucous membrane which surrounds or partially covers the external vaginal opening. It forms part of the vulva, or external genitalia.[1][2] A slang term for hymen is "cherry", as in "losing one's cherry" to mean losing one's virginity.[3] It is not possible to confirm that a woman is a virgin by examining her hymen.[3][2] In cases of suspected rape or sexual abuse, a detailed examination of the hymen may be carried out; but the condition of the hymen alone is often inconclusive or open to misinterpretation, especially if the patient has reached puberty.[1] In children, although a common appearance of the hymen is crescent-shaped, many variations are possible.[1] After a woman gives birth she may be left with remnants of the hymen called carunculae myrtiformes or the hymen may be completely absent.[4]


The hymen is most apparent in young girls: at this time their hymen is thin and less likely to be redundant, that is to protrude or fold over on itself.[8] In instances of suspected child abuse, doctors use the clock face system to describe the hymenal opening. The 12 o'clock position is below the urethra, and 6 o'clock is towards the anus, with the patient lying on her back.[9]

By the time a girl reaches school-age, this hormonal influence has stopped and the hymen becomes thin, smooth, delicate and almost translucent. It is also very sensitive to touch; a physician who needed to swab the area would avoid the hymen and swab the outer vulval vestibule instead.[5]

Prepubescent girls' hymenal opening comes in many shapes, depending on hormonal and activity level, the most common being crescentic (posterior rim): no tissue at the 12 o'clock position; crescent shaped band of tissue from 1-2 to 10-11 o'clock at its' widest around 6 o'clock. From puberty onwards, depending on estrogen and activity levels, the hymenal tissue may be thicker and the opening is often fimbriated or erratically shaped.[6]

Artikel tentang Selaput Dara DLL

Vaginoplasty, Saat Vagina Kembali Kencang


Senin, 6 April 2009 | 17:08 WIB

Vaginoplasty, operasi yang dilakukan untuk mengencangkan vagina, semakin diminati dalam dunia kecantikan beberapa tahun terakhir. Sebelum tahu bagaimana vaginoplasty dilakukan, perlu juga diketahui apa yang mendorong orang melakukannya.

Otot panggul pada wanita mengendalikan sistem tiga organ, katakanlah kandung kemih, rahim dan perut, yang menjadi satu alur. Bila salah satu organ rusak, bisa jadi organ-organ yang bertetangga terpengaruh.

Penyebab utama di balik rusaknya otot panggul tersebut biasanya karena melahirkan, menopause, dan obesitas. Sebaliknya, beberapa wanita terlahir dengan jaringan otot kolagen lemak dan vagina yang kendur bahkan pada saat usia muda dan tidak hilang selama melahirkan.

Penyebabnya, kelahiran seorang anak
Kerusakan vagina umumnya disebabkan oleh kehamilan dan melahirkan. Kepala bayi yang dilahirkan, melewati vagina, bisa menyebabkan otot panggul terlalu melar dan merobeknya. Bisa menjadi lebih buruk lagi bila sang pasien tidak melakukan senam kegel selama hamil dan setelah melahirkan.

Banyak wanita tidak sadar senam ini bisa menghindari atau mengurangi risiko rusaknya otot panggul. Untuk mengetahui rusak tidaknya otot panggul, dokter bisa memasukkan jari telunjuk ke vagina dan jempol ke dalam anus dan “mencubit”-nya. Bila ada semacam ruang kosong di antaranya, maka otot panggul telah rusak dan di jaringan “tubuh perineal” yang terletak di daerah itu.

Ini adalah masalah yang umum disebabkan oleh proses penyembuhan atau pemotongan yang buruk (episiotomy) pada vagina sesaat setelah melahirkan. Hal ini yang menyebabkan perasaan seperti vulva/vagina yang terbuka pada pasien dan pasangannya. Keluhan, seperti longgar, tidak menggigit, tidak ada sensasi, dan tidak menyenangkan, sering terdengar.

Labioplasty
Berbeda dari vaginoplasty, ada pula pasien yang meminta labioplasty (penyusutan bibir vagina). Beberapa pasien, terutama yang berusia di bawah 40 tahun, sangat terganggu dengan bibir vagina mereka yang besar. Beberapa mengeluh sakit pada saat berhubungan seks ketika pasangan berusaha menemukan “pintu masuk”. Yang lainnya merasa depresi ketika pasangan melihat vulva dan berpaling ke wanita lain.

Labioplasty adalah operasi sederhana dengan memotong kelebihan kulit vulva dengan pemotongan lurus atau zigzag. Penjahitan dilakukan dengan rapih dan ini akan hilang dalam waktu seminggu. Labioplasty dapat dilakukan sebagai prosedur satu hari dengan hasil yang memuaskan. 

===========================================================================

Semakin meningkat saja jumlah pasien yang meminta vaginoplasty atau operasi pengencangan vagina akhir-akhir ini. Bisa dimengerti, jika seks telah mencapai tahap tidak menyenangkan, hubungan suami-istri bakal terpengaruh. Banyak pasien mempunyai penurunan pada tulang panggul.

Dengan vaginoplasty, jaringan perineal diperbaiki dan otot panggul disambung dengan cara menjahitnya. Kulit vagina akan dibuat rapih sesuai dengan kencangnya otot panggul. Operasi tersebut bisa dilakukan dengan memakan waktu satu hari, dengan sedikit rasa sakit dan komplikasi minim. Tentu saja harus dilakukan oleh dokter ahli.

Kulit vagina tidak dibuang terlalu banyak karena dapat menimbulkan komplikasi setelahnya, seperti rasa sakit ketika berhubungan seks. Setiap masalah yang terjadi harus diselesaikan saat itu juga. Ini adalah usaha untuk mendapatkan “ukuran yang sempit” untuk meningkatkan rangsangan terhadap jaringan vulval dan vaginal.

Vaginoplasty dapat dilakukan dengan atau tanpa pemakaian laser, tetapi prinsip operasinya tetaplah sama. Komplikasi seperti pendarahan dan infeksi jarang terjadi. Takut yang biasa dialami beberapa wanita adalah vagina menjadi terlalu sempit sehingga hubungan seks menjadi tidak menyenangkan.

Kesuksesan vaginoplasty tergantung secara personal dan subyektif, terhadap operasinya, pasien, atau pasangannya. Ukuran kesuksesan yang sebenarnya adalah bila ketiga pihak merasa puas. Penting bagi dokter bedah untuk peka terhadap aspek emosional pasien dan pasangannya karena ini dapat membantu menaikkan rasio keberhasilan.

Kebanyakan pasien yang melakukan vaginoplasty adalah mereka yang sedang mengalami menopause awal dan mereka yang berusia 30-an. Mereka mengaku mendapatkan sensasi dan kepuasan seksual yang lebih baik, termasuk jalinan hubungannya, setelah operasi ini (vaginoplasty).

Namun, penting untuk diketahui pula bahwa organ seks yang paling hebat adalah yang berada di antara telinga, yaitu otak. Rangsangan terhadap klitoris dan vulva akan diterima melalui foreplay, mengirimkan sinyal-sinyal positif ke otak, yang pada akhirnya memberikan kepuasan seksual. Akan tetapi, rangsangan vaginal/vulval masih membutuhkan sesuatu yang “pas”. Sementara itu, vaginoplasty bukanlah satu-satunya pemecahan masalah untuk meningkatkan kehidupan seks, tidak bisa disangkal bahwa sesuatu yang pas adalah sesuatu yang terjadi di tempat tidur. 

Sumber : Forum VivaNews & Google Translate
Share :
Comments
0 Comments

0 komentar:

Poskan Komentar

 
© Copyright Indo Poster 2012 | Published by Borneo Templates | Support Creating Website | Powered by Blogger.com.