|

Games

More on this category »
  Musik

More on this category »

Blogger

More on this category »
  Wira Usaha

More on this category »

Misteri

More on this category »

Olah Raga

More on this category »
Posting Terbaru

Sejarah Perilaku Seks Bebas

Written By. Admin on 24 November 2012 | 21.04.00

Dilihat dari literature sejarah, perilaku seks bebas sudah pernah menjadi tradisi dalam masyarakat zaman jahiliyah dulu. Zaman di mana kondisi masyarakat Arab pra-Islam yang sangat tenggelam dalam “tanah lumpur” kebodohan dan keterbelakangan. Masyarakat senang pertikaian dan pembunuhan, kekejaman dan suka mengubur anak perempuan. 


Potret social mereka begitu gelap, amat primitive dan jauh dari peradaban. Pada zaman itulah berlaku tradisi perkawinan model Seks bebas.Imam Bukhori meriwayatkan dalam sebuah hadist yang diceritakan melalui istri Nabi, Aisyah ra.

Bahwa pada jaman jahiliyah dikenal 4 cara pernikahan.

Pertama.
Gonta-ganti pasangan, seorang suami memerintahkan istrinya jika telah suci dari haid untuk berhubungan badan dengan pria lain dan bila istrinya telah hamil ia kembali lagi untuk digauli suaminya ini dilakukan guna mendapatkan keturunan yang baik.

Kedua.
Model keroyokan sekelompok lelaki kurang dari 10 orang, semuanya menggauli seorang wanita. Bila telah hamil kemudian melahirkan, ia memanggil seluruh anggota kelompok tersebut tidak seorangpun boleh absent.Kemudian ia menunjuk salah seorang yang dikehendakinya untuk dinisbahkan sebagai bapak dari anak itu, dan yang bersangkutan tidak boleh mengelak.

Ketiga.
Hubungan seks yang dilakukan oleh wanita tunasusila yang memasang bendera atau tanda di pintu-pintu rumah, dia bercampur dengan siapapun yang disukai.

Keempat.
Ada juga model perkawinan sebagaimana berlaku sekarang. Dimulai dengan pinangan kepada orang tua /wali, membayar mahar, dan menikah.Jika menyimak 3 model pertama dalam perkawinan masyarakat zaman jahiliyah di atas, ada kesamaan budaya dengan perilaku seks bebas, MBA,prostitusi dan hamil di luar nikah yang kian marak di zaman sekarang.Adakah ini pertanda titik balik budaya kontemporer yang bakal kembali ke zaman jahiliyah yang primitive dan gelap seperti dulu ?

Semoga informasi ini bermanfaat.


Sumber:

Sejarah Candi Borobudur

Candi Borobudur adalah candi terbesar peninggalan Abad ke sembilan. Candi ini terlihat begitu impresif dan kokoh sehingga terkenal seantero dunia. Peninggalan sejarah yang bernilai tinggi ini sempat menjadi salah satu dari tujuh keajaiban dunia. Namun tahukah Anda bahwa seperti halnya pada bangunan purbakala yang lain, Candi Borobudur tak luput dari misteri mengenai cara pembuatannya? Misteri ini banyak melahirkan pendapat yang spekulatif hingga kontroversi. 


Candi Borobudur memiliki struktur dasar punden berundak, dengan enam pelataran berbentuk bujur sangkar, tiga pelataran berbentuk bundar melingkar dan sebuah stupa utama sebagai puncaknya. Selain itu tersebar di semua pelatarannya beberapa stupa. Candi Borobudur didirikan di atas sebuah bukit atau deretan bukit-bukit kecil yang memanjang dengan arah Barat-Barat Daya dan Timur-Tenggara dengan ukuran panjang ± 123 m, lebar ± 123 m dan tinggi ± 34.5 m diukur dari permukaan tanah datar di sekitarnya dengan puncak bukit yang rata.

Candi Borobudur juga terlihat cukup kompleks dilihat dari bagian-bagian yang dibangun. Terdiri dari 10 tingkat dimana tingkat 1-6 berbentuk persegi dan sisanya bundar. Dinding candi dipenuhi oleh gambar relief sebanyak 1460 panel. Terdapat 504 arca yang melengkapi candi.

Inti tanah yang berfungsi sebagai tanah dasar atau tanah pondasi Candi Borobudur dibagi menjadi 2, yaitu tanah urug dan tanah asli pembentuk bukit. Tanah urug adalah tanah yang sengaja dibuat untuk tujuan pembangunan Candi Borobudur, disesuaikan dengan bentuk bangunan candi. Menurut Sampurno Tanah ini ditambahkan di atas tanah asli sebagai pengisi dan pembentuk morfologi bangunan candi. Tanah urug ini sudah dibuat oleh pendiri Candi Borobudur, bukan merupakan hasil pekerjaan restorasi. Ketebalan tanah urug ini tidak seragam walaupun terletak pada lantai yang sama, yaitu antara 0,5-8,5 m.

Sejarah mencatat Borobudur adalah candi terbesar yang pernah dibangun untuk penghormatan terhadap sang Budha bayangkan saja bangunannya mencapai 14.000m persegi dengan ketinggian hingga 35,29m sebuah prasasti Cri Kahuluan yang berasal dari abad IX (824 Masehi) yang diteliti oleh Prof Dr J.G.Casparis dan mengungkap silsilah tiga Wangsa Syailendra yang berturut-turut berkuasa pada masa itu yakni Raja Indra, putranya Samaratungga kemudian putrinya yang bernama Samaratungga Pramodawardhani.

Pada masa Raja Samaratungga inilah mulainya dibangun candi yang bernama Bhumisan-Bharabudhara, yang diduga berarti timbunan tanah, bukit atau tingkat-tingkat bangunan yang di identikan dengan sebutan Vihara Kamulan Bhumisambharabudhara, yang mempunyai arti sebuah vihara nenek moyang dan Dinasti Syailendra di daerah perbukitan.

Letak candi ini berada diatas perbukitan yang terletak di Desa Borobudur, Mungkid, Magelang atau 42 km sebelah laut kota Yogyakarta dikelilingi Bukit Manoreh yang membujur dari arah timur ke barat, sementara di sebelah timur terdapat Gunung Merapi dan Merbau,serta disebelah barat ada Gunumg Sindoro dan Gunung Sumbing dibutuhkan tak kurang dari 2 juta balok batu andesit atau setara dengan 50.000m persegi untuk membangun Candi Borobudur ini.



Berat keseluruhan candi mencapai 3,5 juta ton seperti umumnya bangunan candi, Bororbudur memiliki 3 bagian bangunan, yaitu kaki, badan dan atas. Bangunan kaki disebut Kamadhatu, yang menceritakan tentang kesadaran yang dipenuhi dengan hawa nafsu dan sifat-sifat kebinatangan kemudian Ruphadatu, yang bermakna sebuah tingkatan kesadaran manusia yang masih terikat hawa nafsu, materi dan bentuk, sedangkan Aruphadatu yang tak lagi terikat hawa nafsu, materi dan bentuk digambarkan dalam bentuk stupa induk yang kosong hal ini hanya dapat dicapai dengan keinginan dan kekosongan.


Sejarah Kaca Mata

Penemuan teknologi kacamata berhubungan sangat erat dengan perkembangan kaca pembesar, sejarah tertua dimiliki oleh masyarakat di kota kuno Niniwe. Mereka telah mengenal “kaca mata”, yang sebenarnya lebih berfungsi sebagai kaca pembesar dengan materi lensa bukan dari kaca melainkan kristal. BangsaYunani kuno pun mempunyai kaca pembesar berujud bola kaca berisi air.Baru pada abad XII, hampir secara bersamaan kaca pembesar dari luar sayang dipasang pada bingkai muncul di masyarakat Cina dan Eropa.Melihat manfaat kaca pembesar, maka tahun 1268 Roger Bacon, filsuf,ilmuan dan pembaharu pendidikan berkebangsan Inggris, berpendapat perlunya lensa sebagai peralatan optik.


Namun tidak semua orang mau menempatkan Bacon sebagai orang pertama pencetus lahirnya kaca mata.Dengan bukti-bukti di tangan, ada yang berpendapat kacamata kemungkinanbesar lahir di Italia pada ± tahun 1286. Sedangkan mengenai  siapa penemunya pun muncul dua versi, apakah Alessandro di Spina dari Florence ataukah Florentine Salvina Armato.

Dalam waktu singkat,pada tahun 1300-an kacamata mulai diproduksi dengan pusat pembuatan di Venesia. Tapi kacamata saat itu belum seperti sekarang. Kualitas lensanya sederhana, pemakaiannya juga merepotkan.Alat baca yang biasa dipakai para rahib dengan gangguan rabun dekat itu hanya terdiri atas dua lensa yang disambung, tanpa tangkai. Setelah menempelkan sambungan di batang hidung, sang pemakai harus terus menerus memeganginya. Meski lambat laun sambungannya makin kuat,kacamata tersebut tetap dianggap berbahaya.

Berbagai macam percobaan dilakukan untuk menemukan cara terbaik dan teraman mengenakan kacamata. Ada yang memasang lempengan logam panjang yang dipasang mulai dari batang hidung hingga kebagian tengah kepala lalu turun ke bagian leher. Karena pemasangan yang rumit dan tidak praktis, kacamata itu pun tidak diminati.Model lain adalah dengan rantai kecil yang dipasang pada kedua sisi kacamata. Kemudian rantai ini diikatkan di bagian belakang kepala,layaknya kacamata khusus bagi perenang atau pengendara sepeda motor. Ada lagi yang mengaitkan kacamata pada topi. Ini pun merepotkan, bahkan mengganggu, terutama saat harus membaca di dalam ruangan atau membuka topi untuk memberi salam.Akhirnya, ada orang yang cukup kreatif dengan memasang  tangkai, sehingga kacamata dapat berpegangan pada telinga.

Akhir abad XIV ketika kacamata mulai umum digunakan dan dianggap sebagai benda berharga, alat baca itu sering muncul sebagai aksesori subjek dalam lukisan. Salah satunya adalah lukisan Paus Leo X yang dibuat oleh Raphael tahun 1517.Perkembangan selanjutnya adalah saat berhasil ditemukannya kacamata bifokus, yang memiliki sekaligus lensa cembung dan lensa cekung dalam satu bingkai. Tahun 1784 kacamata bifokus pertama di dunia dibuat oleh Benjamin Franklin – politikus, penulis, sekaligus ilmuwan Amerika. Namun alat optik yang bisa membuatnya nyaman saat melakukan perjalanan, karena selain dapat menikmati pemandangan alam juga sekaligus membaca buku-buku kegemarannya, masih sederhana bentuknya.

Setelah berhasil memisahkan kaca cembung dan cekung,ia memotong secara horizontal masing-masing lensa stersebut dibagian tangan. Kemudian dengan dijepit oleh bingkai,potongan lensa cembung ditumpankan di atas potongan lensa cembung.Hingga tahun 1884 masih juga dihasilkan lensa bifokus yang dibuat dari potongan-potongan, meski sudah berperekat. Barulah pada tahun 1908 dan 1910 dikenal lensa cembung cekung yang benar-benar menyatu dalam satu lensa.Materi lensa pun turut berkembang, yang mula-mula dari kuarsa,selanjutnya dibuatlah lensa kaca. Beberapa dekade terakhir, pilihan lensa pun makin beragam saat diperkenalkan lensa plastik.

Tahun 1888 diperancis diproduksi lensa kontak pertama sebagai alat kesehatan, karena gangguan pandangan si penderita tidak mungkin lagi dibantu dengan kaca mata biasa. Namun lensa itu hanya dipakai beberapa orang, itu pun terpaksa. Saat dipasang lensa kontak yang terbuat dari kaca tersebut akan menutupi seluruh bagian depan mata. Pada 1938 ditemukan lensa kontak plastik. Satu dekade kemudian, mulai diperkenalkan lensa kontak yang hanya menutupi kornea.
Semoga informasi ini bermanfaat.



Sejarah Danau Toba



Danau Toba dengan Pulau Samosir di bagian tengahnya.Danau Toba adalah sebuah danau vulkanik dengan ukuran panjang 100 kilometer dan lebar 30 kilometer yang terletak di Provinsi Sumatera Utara, Indonesia, di tengah danau ini terdapat sebuah pulau vulkanik bernama Pulau Samosir. 

Danau Toba sejak lama menjadi daerah tujuan wisata penting di Sumatera Utara selain Bukit Lawang dan Nias, menarik wisatawan domestik maupun mancanegara, diperkirakan Danau Toba terjadi saat ledakan sekitar 73.000-75.000 tahun yang lalu dan merupakan letusan supervolcano (gunung berapi super) yang paling baru. 


Bill Rose dan Craig Chesner dari Michigan Technological University memperkirakan bahwa bahan-bahan vulkanik yang dimuntahkan gunung itu sebanyak 2.800 km³, dengan 800 km³  batuan ignimbrit dan 2.000 km³  abu vulkanik yang diperkirakan tertiup angin ke barat selama 2 minggu. Debu vulkanik yang ditiup angin telah menyebar ke separuh bumi dari Cina sampai ke Afrika Selatan.




Letusannya terjadi selama 1 minggu dan lontaran debunya mencapai 10 km di atas permukaan laut. Kejadian ini menyebabkan kematian massal dan pada beberapa spesies juga diikuti kepunahan.Menurut beberapa bukti DNA, letusan ini juga menyusutkan jumlah manusia sampai sekitar 60% dari jumlah populasi manusia bumi saat itu, yaitu sekitar 60 juta manusia. 


Letusan itu juga ikut menyebabkan terjadinya zaman es, walaupun para ahli masih memperdebatkannya. Setelah letusan tersebut, terbentuk kaldera yang kemudian terisi oleh air dan menjadi yang sekarang dikenal sebagai Danau Toba.Tekanan ke atas oleh magma yang belum keluar menyebabkan munculnya Pulau Samosir.



Sejarah Suku Batak


Versi sejarah mengatakan Si Raja Batak dan rombongannya datang dari Thailand, terus keSemenanjung Malaysia lalu menyeberang ke Sumatera dan menghuni Sianjur Mula Mula, lebih kurang 8 km arah Barat Pangururan, pinggiran Danau Toba sekarang.Versi lain mengatakan, dari India melalui Barus atau dari Alas Gayo berkelana ke Selatan hingga bermukim di pinggir Danau Toba.

Diperkirakan Si Raja Batak hidup sekitar tahun 1200 (awal abad ke- 13).Raja Sisingamangaraja XII salah satu keturunan Si Raja Batak yang merupakan generasi ke-19 (wafat 1907), maka anaknya bernama Si Raja Buntal adalah generasi ke-20.Batu bertulis (prasasti) di Portibi bertahun 1208 yang dibaca Prof.Nilakantisasri (Guru Besar Purbakala dari Madras, India) menjelaskan bahwa pada tahun 1024 kerajaan COLA dari India menyerang SRIWIJAYA yang menyebabkan bermukimnya 1.500 orang TAMIL di Barus.

Pada tahun 1275 MOJOPAHIT menyerang Sriwijaya, hingga menguasai daerah Pane, Haru,Padang Lawas. Sekitar rahun 1.400 kerajaan NAKUR berkuasa di sebelah Timur Danau Toba,Tanah Karo dan sebagian Aceh.Dengan memperhatikan tahun tahun dan kejadian di atas diperkirakan: Si Raja Batak adalah seorang aktivis kerajaan dari Timur Danau Toba (Simalungun sekarang), dari Selatan Danau Toba (Portibi) atau dari Barat Danau Toba (Barus) yang mengungsi ke pedalaman, akibat terjadi konflik dengan orang-orang Tamil di Barus. Akibat serangan Mojopahit ke Sriwijaya, Si Raja Batak yang ketika itu pejabat Sriwijaya yang ditempatkan di Portibi, Padang Lawas dan sebelah Timur Danau Toba (Simalungun).


Sebutan Raja kepada Si Raja Batak diberikan oleh keturunannya karena penghormatan, bukan karena rakyat menghamba kepadanya.Demikian halnya keturunan Si Raja Batak seperti Si Raja Lontung, Si Raja Borbor, Si Raja Oloan, dsb. Meskipun tidak memiliki wilayah kerajaan dan rakyat yang diperintah. Selanjutnya menurut buku TAROMBO BORBOR MARSADA anak Si Raja Batak ada 3 (tiga) orang yaitu :
  1. GURU TETEA BULAN
  2. RAJA ISUMBAON 
  3. TOGA LAUT.
Dari ketiga orang itulah dipercaya terbentuknya marga-marga Batak.



Sumber: mudahbos.blogspot.com

  KesehatanMore »  

  Serba SerbiMore »  

  Komputer More »  

Sains

More on this category »

  Fashion More »  

 
© Copyright Indo Poster 2012 | Published by Borneo Templates | Support Creating Website | Powered by Blogger.com.