|

Games

More on this category »
  Musik

More on this category »

Blogger

More on this category »
  Wira Usaha

More on this category »

Misteri

More on this category »

Olah Raga

More on this category »
Posting Terbaru

7 Oasis Terindah di Dunia

Written By. Admin on 1 Juni 2011 | 23.36.00

Inilah 7 Oasis terindah didunia versi On The Spot...


Game Online, Bak Jamur di Musim Libur

Warung internet (warnet) Game Onlineyang buka 24 jam kian marak di Jakarta, terutama masa liburan sekolah di pengujung tahun ini. Dengan merogoh kocek Rp15.000, siapa saja dapat bermain sepuasnya selama delapan jam.

Permainan kategori RPG (Role Playing Game) merupakan kategori yang cukup digandrungi saat ini. RPG adalah jenis permainan yang dapat dimainkan jumlah pemain yang banyak (gamers). Karakter yang dimainkan lalu akan berubah dan menjadi bertambah kuat apabila mampu memenangkan suatu rintangan dan melaju ke
tingkat selanjutnya.

RF (Rising Force), Ragnarok, DOTA, Warcraft, Counter Strike adalah beberapa jenis game online yang mampu menyita perhatian anak sekolah dasar sampai eksekutif muda untuk merogoh koceknya demi kepuasan sesaat.

Counter Strike, permainan yang hampir sepenuhnya merupakan aksi tembak-menembak ini disebut-sebut sebagai pelopor game online. Permainan ini diluncurkan pertama kali pada 1999. Permainan komputer online ini menjadi tren dan berkembang di seluruh dunia pada tahun 2000.

Pada tahun-tahun selanjutnya bermunculan game online seperti Ragnarok dan Warcraft. Tahun lalu, RF menjadi permainan favorit sampai saat ini.

Reinhard, 27, seorang eksekutif muda, selalu meluangkan waktu untuk bermain game online. "Saya main karena tertarik dengan karakter di gametersebut. Kalau menang terus, karakternya akan semakin berkembang, lalu mempunyai kekuatan tersembunyi dan bisa mengalahkan musuh lainnya," jelasnya.

Reinhard biasa menghabiskan waktu bermain game online selama 16 jam/pekan. Ia berpendapat bahwa game online ini bisa membantu memutar otak untuk mengalahkan lawan dengan berbagai taktik atau strategi.

Berdasarkan survei Silicon.com, online gaming ternyata lebih populer dari online shopping. Dari 3.600 peserta survei, 43% pengguna internet menggunakan internet untuk online gaming sedangkan pengguna internet yang berbelanja lewat web hanya 12%.

Survei yang dilakukan pada anak-anak berusia 17-20 tahun di Indonesia menunjukkan bahwa 37% dari mereka memanfaatkan internet untuk bermain online game.

Seto Mulyadi, psikolog anak yang biasa dipanggil Kak Seto, mengatakan bahwa permainan game online ini mempunyai nilai sosial yang cukup tinggi. "Permainan ini mampu membuat pemainnya (gamer)untuk berkomunikasi dengan pemain lainnya untuk memecahkan suatu rintangan atau masalah," jelas pengisi suara serial TV anak-anak Si Komo itu.

Ia juga menambahkan bahwa sejumlah komunitas gamers dan beberapa kompetisi game online yang ada di Indonesia membuktikan bahwa seseorang bisa mempunyai banyak teman dari permainan dunia cyber ini.

Yana, seorang penjaga warnet game onlinedi daerah pondok labu mengatakan bahwa pada musim liburan ini rata-rata yang datang bermain meningkat hampir 50% dibandingkan hari biasa.

"Hari biasa nggak sampai 70 orang sehari. Tapi kalau sekarang bisa sampai 100 orang/hari," jelas pegawai warnet.

Warnet Sniper yang menyediakan 40 buah komputer untuk game online dengan memasang tarif paket, yaitu Rp 15.000/6 jam.

Sementara itu, ada kabar bahwa penderita autisme sebaiknya menjalani terapi dengan bermain game online. Autisme, yang bermakna ganguan perkembangan neurologis yang berat sehingga ia tidak mau berkomunikasi atau bersosialisasi dengan sekitar, disebutkan mampu untuk disembuhkan dengan bermain game onlineyang sangat mengandalkan komunikasi dan interaksi. Akan tetapi, untuk ini belum ada hasil penelitian yang membenarkan kabr tersebut.

"Memang betul game onlinedapat juga sebagai terapi bagi penderita autis. Tetapi memang harus melalui penelitian lebih lanjut. Tergantung konteksnya karena ada penderita autis ringan dan autis parah. Kalau autis parah tidak mungkin," jelas kak Seto.

Game online memang cukup menghibur semua lapisan masayarakat. Akan tetapi kecanduan akan permainan ini juga mampu menjadi bumerang bagi para gamers, khususnya gamers yang duduk di bangku sekolah. Pada akhirnya tinggal bagaimana orang tua mampu memonitor anak-anaknya dalam berekreasi.

22 Orang Per Hari Mati Akibat Kanker Rahim

Sedikitnya 22 orang meninggal tiap hari di Indonesia akibat kanker leher rahim (serviks).

"Kanker serviks merupakan pembunuh paling banyak dibanding penyakit kanker lain," kata Ketua III Yayasan Kanker Indonesia (YKI) Sumaryati Aryoso, di Palangka Raya, Kamis.

Menurut dia, banyaknya jumlah kematian akibat kanker serviks itu kebanyakan karena penderita datang dalam kondisi stadium lanjut (stadium III) dan sulit ditangani lagi.

Kanker serviks sendiri bisa menyerang pada semua lapisan usia, mulai dari bayi baru lahir, anak-anak, hingga perempuan dewasa, meski angka kematian tertinggi adalah wanita usia 35 hingga 40 tahun.

Padahal, katanya, kanker serviks umumnya dapat dicegah dan dideteksi secara lebih dini hingga tidak perlu menyebabkan kematian bagi penderitanya.

Cara termurah untuk mengetahui kanker serviks adalah dengan pemeriksaan "pap smear" setahun sekali bagi perempuan yang telah melakukan hubungan seksual.

"Melalui `pap smear` bisa diketahui bila ada kanker dini sehingga dapat ditangani dengan operasi kecil untuk menghambat atau membunuh agar tidak jadi kanker. Bila ditemukan kanker stadium awal pun dapat diobati dengan sempurna hingga sembuh," ujarnya.

Selain `pap smear` upaya pencegahan juga dapat dilakukan melalui penyuntikan vaksin kepada perempuan sebelum masa hubungan seksual. Namun harga vaksin itu relatif mahal, yakni sekitar Rp1 juta sekali suntik, kata Sumaryati.

Meski telah menyebabkan ribuan kematian per tahun, Sumaryati mengakui, sampai saat ini tidak ada data akurat tentang jumlah dan penyebaran penyakit kanker secara umum.

"Sampai saat ini baru 13 rumah sakit yang melaporkan data kanker di Indonesia. Sementara dari pemerintah sendiri baru berupaya membuat `pilot project` penanganan kanker di enam kabupaten dari 400-an kabupaten/kota di Indonesia," ujarnya.

Data Depkes sendiri menempatkan penyakit kanker secara keseluruhan sebagai pembunuh nomor enam dibanding penyakit lain. Sementara 26,7 persen kematian akibat kanker disebabkab karena kanker serviks, selanjutnya disusul kanker payudara, kanker hati, dan kanker paru.

Penyebab dan Cara Atasi Sesak Nafas

Seberapa sering kita mensyukuri kenikmatan bernafas? Setelah mengalami asma, bronchitis, alergi, flu ataupun tidak diketahui penyebabnya, barulah disadari bahwa hidup tidak terlalu nikmat bila harus mengatur strategi hanya untuk bernafas.

Oksigen adalah sumber energi utama, maka mutlak diperlukan dalam jumlah berlimpah agar setiap sel dapat melakukan metabolisme. Beberapa penyebab sulit bernafas di antaranya, pertama adalah faktor keturunan, yang memang dari sono-nya memiliki paru-paru dan organ pernafasan lemah. Ditambah kelelahan bekerja dan gelisah, maka bagian-bagian tubuh akan memulai fungsi tidak normal.
Kabar baiknya, ini tidak otomatis membuat tubuh menderita, sebab secara alami akan melindungi diri sendiri. Namun demikian, sistem pertahanan bekerja ekstra, bahkan kadang-kadang alergi dan asma timbul sebagai reaksi dari sistem pertahanan tubuh yang bekerja terlalu keras.
Kedua, karena faktor lingkungan. Udara dingin dan lembab dapat menyebabkan sesak nafas. Demikian pula dengan serbuk sari bunga (pollen)dan partikel lain. Bekerja di lingkungan berdebu atau asap dapat memicu sesak nafas berkepanjangan. Polusi pada saluran hidung disebabkan pula oleh rokok yang dengan langsung dapat mengurangi suplai oksigen.
Ketiga, adalah produksi lendir yang berlebihan akan menyumbat saluran udara. Makanan yang menyebabkan produksi lendir berlebih adalah produk dari susu, tepung, nasi putih, dan permen.
Penyebab sesak nafas yang keempat dapat pula karena kurangnya asupan cairan sehingga lendir pada paru-paru dan saluran nafas mengental. Kondisi ini juga menjadi situasi yang menyenangkan bagi mikroba untuk berkembang biak.
Kelima, masalah pada susunan tulang atau otot tegang pada punggung bagian atas akan menghambat sensor syaraf dan bioenergi dari dan menuju paru-paru.
Hal keenam yang juga dapat menimbulkan sesak nafas adalah ketidakstabilan emosi. Orang-orang yang gelisah, depresi, ketakutan, rendah diri cendertung untuk sering menahan nafas. Atau justru menarik nafas terlalu sering dan dangkal sehingga terengah-engah. Dalam waktu yang lama, kebiasaan ini berpengaruh terhadap produksi kelenjar adrenal dan hormon, yang berkaitan langsung dengan sistem pertahanan tubuh. Kurang pendidikan bisa juga menyebabkan sesak nafas. Pengetahuan akan cara bernafas yang baik dan benar akan bermanfaat dalam jangka panjang baik terhadap fisik maupun emosi seseorang.
Jalan keluar untuk mengatasi sesak nafas yang paling cepat adalah berada pada lingkungan hijau dan lapang. Jika tidak memiliki kemampuan untuk sering pergi keluar kota, ke gunung atau laut, tanamlah pohon berdaun hijau lebat di sekitar tempat tinggal yang akan memproduksi banyak oksigen dan menyerap polusi. Setiap saat menemukan lingkungan hijau dan bersih, berjalan kakilah dan hirup udara dalam-dalam.
Para penyandang sesak nafas kronis sebaiknya menghindari konsumsi bahan susu berlebihan, gula putih, permen, tepung dan nasi putih. Jika nafas sudah mulai teratur, makanan itu dapat dikonsumsi dalam jumlah sedikit untuk melihat reaksi tubuh. Dalam waktu yang sama konsumsi buah dan sayuran dalam jumlah banyak. Minum air hangat 6-8 gelas per hari.
Jika sesak nafas diiringi flu atau demam, makanlah sup yang dibumbui bawang merah, bawang putih, lada, kayu manis, jahe dan cengkih. Bumbu tersebut dapat membantu membuka sumbatan pada saluran nafas.
Mengelola emosi sangat penting untuk menyembuhkan masalah pernafasan. Banyak cara yang bisa dilakukan seperti berpikiran positif, menghilangkan ketakutan yang tidak beralasan, bahkan sering tersenyum akan sangat membantu. Namun demikian cara mengelola emosi yang tepat hanya diketahui oleh pribadi masing-masing.
Olahraga yang menggerakkan punggung atas dan dada sangat membantu mengalirkan darah dan energi penyembuhan. Perlu diingat jika kita merawat tubuh dan pikiran, imbal baliknya adalah kenikmatan yang tak terkira.

95% Imunisasi Anak Efektif

Imunisasi adalah salah satu cara melindungi anak-anak dari penyakit, dan bertujuan menghentikan sebaran penyakit. Pada saat imunisasi yang disuntikan atau diteteskan ke mulut, vaksin mengandung sejumlah kecil organisme penyakit yang telah dilemahkan. Vaksin membantu sistem kekebalan membentuk antibodi dan segera mengenali penyakit ketika menyerang.

Biaya imunisasi jauh lebih murah dibanding pengobatan dan upaya menghentikan sebaran penyakit sebelum menjadi pandemik. Imunisasi sangat sedikit menimbulkan efek samping. Biasanya sekolah dan pusat perawatan anak menanyakan jejak rekam imunisasi sebelum menerima pendaftaran.

Jenis imunisasi utama yang direkomendasikan adalah dipteria pertusis tetanus,/i> (DPT), polio, campak rubella (MMR), cacar, hepatitis A dan B, haemaphilus influenza tipe B, vaksin pneumonia untuk anak di bawah lima tahun dan vaksin influenza yang diberikan kepada bayi di atas usia 6 bulan.
Imunisasi terjadwal sejak anak lahir hingga menginjak usia 18 bulan. Ada juga vaksin untuk anak usia 4-6 tahun, namun jarang disuntikan setelah melewati usia tersebut kecuali yang dilakukan rutin setiap tahun seperti vaksin flu atau tetanus pada orang dewasa.
Perlu diingat bahwa pada anak-anak yang mempunyai kondisi kesehatan berbeda seperti asma, kelainan jantung atau paru-paru harus berkonsultasi dengan dokter sebelum mendapatkan suntikan vaksin. Semua rangkaian imunisasi itu harus mengikuti jadwal dengan tepat sekalipun tengah melakukan perjalanan keliling dunia. Sebab ini berhubungan dengan pertumbuhan bayi yang terkait dengan pembentukan sistem kekebalan tubuh.

Beberapa jenis vaksinasi memberikan reaksi tubuh di antaranya kemerahan, bentolan, nyeri, demam, dan tidak ada selera makan. Gatal atau nyeri setelah imunisasi MMR dan cacar air biasanya berlangsung antara 7-14 hari. Jika anak-anak menunjukkan reaksi yang tidak biasa seperti demam hingga 40 derajat Celcius atau sulit bernafas, orang tua harus segera mungkin menghubungi dokter. Namun demikian efek samping seperti itu jauh lebih aman dibanding risiko mengidap penyakit. 
 
Sejauh ini hanya dua jenis vaksinasi yang dicabut izin pemakaiannya yaitu vaksin flu babi tahun 1976 dan rotavirus tahun 1999.

Pertanyaannya kemudian sejauh mana efektifitas segala jenis imunisasi tersebut? Walaupun tidak ada jaminan 100%, dengan imunisasi sesuai jadwal terbukti berhasil menghalau berbagai penyakit tersebut hingga sekitar 85-95%,
Pada beberapa kasus yang sistem kekebalannya tidak berkembang sempurna, anak masih bisa terserang penyakit namun tidak parah bila dibandingkan tidak mendapatkan imunisasi sama sekali.

Dapatkah vaksinasi menyebabkan muncul masalah kesehatan? Sekelompok konsumen di Amerika menyuarakan kekhawatiran thimerosal, mengandung adiktif merkuri yang berfungsi membunuh bakteri. Tahun 1999, kandungan adiktif ini dihilangkan.

  KesehatanMore »  

  Serba SerbiMore »  

  Komputer More »  

Sains

More on this category »

  Fashion More »  

 
© Copyright Indo Poster 2012 | Published by Borneo Templates | Support Creating Website | Powered by Blogger.com.