|

Games

More on this category »
  Musik

More on this category »

Blogger

More on this category »
  Wira Usaha

More on this category »

Misteri

More on this category »

Olah Raga

More on this category »
Posting Terbaru

Koneksi Internet Via Handphone

Written By. Admin on 25 Oktober 2009 | 10.58.00

Saat ini tingkat kebutuhan kita akan internet sangat tinggi sekali. Malah sebagian dari kita, internet sudah menjadi kebutuhan hidupnya, sehingga kemanapun pergi, kita selalu bisa mengakses internet, tanpa harus terikat pada suatu tempat, kantor, sekolah atau tempat lainnya.

Syukur alhamdulillah, sekarang dengan sebuah Handphone yang terhubung ke komputer kita sudah bisa mengakses internet.

Peralatan yang dibutuhkan :
  1. Minimal Komputer yang mempunyai port USB, bisa juga menggunakan koneksi Infra red maupun Bluetooth.
  2. Handphone CDMA yang sudah di lengkapi dengan MODEM, misalnya Nokia seri 3205, 6585, 6015i, dll.
  3. Kabel data, berfungsi untuk menghubungkan antara komputer dengan Handphone. Salah satu kabel data yang digunakan untuk ini adalah DKU-5.
  4. memiliki salah satu kartu/nomor ponsel, misalnya kartu milik indosat atau telkom. Karena biaya pemakaian internet akan dibebankan pada pulsa kartu ponsel anda.
Tahap pemasangan :
  1. Installah terlebih dahulu kabel DKU-5 (sewaktu membeli kabel ini, anda akan diberi CD installasi).
  2. Installah Handphone CDMA anda, drivernya juga sudah tersedia pada CD.
  3. Buatlah koneksi baru pada komputer anda, dengan cara :
  • Klik Start / program / accessories / communications / new connection wizard
  • Connect to the internet / set up my connection manually / connect using dial-up modem / pilih '...3g paket...'
  • Isi isp name 'namanya terserah anda' contoh: flexi, m8, starone, dll
  • Isi nomor dial dengan #777
Kartu Flexi
user name : telkomnet@flexi
password : telkom

Mobile 8
user name : m8
password : m8

Star one
user name : starone
password : indosat

Esia
user name : esia
password : esia

Akses internet menggunakan koneksi Handphone jauh lebih cepat dibandingkan dengan koneksi menggunakan Modem biasa. Biayanya otomatis di ambil dari pulsa handphone anda dengan harga yang bervariasi tergantung provider yang anda gunakan, berdasarkan berapa byte data yang anda download. Untuk saat ini misalnya, jika anda menggunakan kartu Flexi, maka biayanya adalah Rp. 5/kb. Sedangkan jika anda menggunakan kartu Jagoan (produk indosat), Rp. 200/MB. Harga ini sewaktu-waktu dapat berubah. silahkan cek di website mereka.

Kekurangannya :
  1. Tidak bisa main internet terlalu lama (maksimal 2 jam), karena HP akan cepat panas dan baterei HP cepat habis (merk dan type tertentu saja).
  2. Hanya dapat digunakan pada daerah yang termasuk coverage dari kartu yang anda gunakan.

Apa Itu Cookies

Cookies merupakan data file yang ditulis ke dalam hard disk komputer oleh web server yang digunakan untuk mengidentifikasikan diri user pada situs tersebut sehingga sewaktu user kembali mengunjugi situs tersebut, situs itu akan dapat mengenalinya. Jadi dapat dikatakan bahwa cookies merupakan semacam ID card user saat koneksi pada situs. Tiap-tiap website pada umumnya mengeluarkan / membuat cookies sesuai karakterikstiknya. Ada web yang dapat menyapa user tiap kali mengunjungi situs tersebut selayaknya teman lama karena menggunakan cookies.

Jadi secara umum cookies berfungsi untuk.
  1. Membantu web site untuk “mengingat” siapa kita dan mengatur preferences yang sesuai sehingga apabila user kembali mengunjungi web site tersebut akan langsung dikenali.
  2. Menghilangkan kebutuhan untuk me-register ulang di web site tersebut saat mengakses lagi tersebut (site tertentu saja), cookies membantu proses login user ke dalam web server tersebut.
  3. Memungkinkan web site untuk menelusuri pola web surfing user dan mengetahui situs favorit yang sering dikunjunginya.
Meskipun sekilas cookies itu seakan banyak gunanya, akan tetapi sampai sekarang masih menjadi bahan perdebatan mengenai keberadaaan cookies ini, Karena selain membuat sebuah web site terlihat user friendly, cookie juga menghadirkan isu melanggar privasi pengakses web dan masalah keamanan.

Saat user mengunjungi situs yang ada cookiesnya, server akan mencari informasi yang dibuat sebelumnya dan browser membaca informasi di cookies dan menampilkannya. Cookies di simpan di salah satu direktori di dalam hard disk, salah satu cara cepat untuk mencari tahu di mana cookies disimpan yaitu dengan cara search / find ‘cookies’. Misalnya user menggunakan Windows 2000 versi Profesional dengan browser Internet Explorer dan login ke network dengan account “hendri”. Maka cookies itu akan disimpan di direktori (profiles) yaitu C:\Documents and settings\hendri\cookies. Atau di windows 95/98 disimpan di direktori C:\Windows\cookies. Jika menggunakan Netscape, maka file cookies akan disimpan di cookies.txt.

Cookies dapat dibedakan menjadi 2 jenis yaitu.
  1. Non persistent (session) cookies. Suatu cookie yang akan hilang sewaktu user menutup browser dan biasanya digunakan pada ’shopping carts’ di toko belanja online untuk menelusuri item-item yang dibeli,
  2. Persistent cookies. Diatur oleh situs-situs portal, banner / media iklan situs dan lainnya yang ingin tahu ketika user kembali mengunjungi site mereka, (misal dengan cara memberikan opsi ”Remember Me” saat login). File file ini tersimpan di hardisk user.
Kedua tipe cookies ini menyimpan informasi mengenai URL atau domain name dari situs yang dikunjungi user dan beberapa kode yang mengindikasikan halaman apa saja yang sudah dikunjungi. Cookies dapat berisi informasi pribadi user, seperti nama dan alamat email, Akan tetapi dapat juga user memberikan informasi ke website tersebut melalui proses registrasi. Dengan kata lain, cookies tidak akan dapat “mencuri” nama dan alamat email kecuali diberikan oleh user. Namun demikian, ada kode tertentu (malicious code) yang dibuat misalnya dengan ActiveX control, yang dapat mengambil informasi dari PC tanpa sepengetahuan user.

Cookies umumnya kurang dari 100 bytes sehingga tidak akan mempengaruhi kecepatan browsing. tetapi karena umumnya browser diatur secara default untuk menerima cookies maka user tidak akan tahu bahwa cookies sudah ada di komputer. Cookies dapat berguna terutama pada situs yang memerlukan registrasi, sehingga setiap kali mengunjungi situs tersebut, cookies akan me-login-kan user tanpa harus memasukkan user name dan password lagi.

Untuk keperluan bisnis, seperti situs amazon.com, menggunakan cookies dapat membantu menghubungkan ke data pembelian yang terdahulu ke basis data yang berisi unique ID dan historikal pembelian. Sehingga mampu merekomendasikan buku yang sesuai dengan selera user. Ini merupakan hal yang menarik, sehingga pembeli akan dengan senang hati untuk kembali ke situs amazon. Situs-situs lain juga menggunakan cookies untuk mengetahui berapa orang yang mengakses mereka setiap harinya. Sehingga angka yang dihasilkan oleh cookies tersebut menunjukkan seberapa sibuknya situs mereka.

Semoga bermanfaat,,artikel Saya kutip dari berbagai download artikel di internet.

Apa Itu Cache

Saat hendak membeli sebuah PC baru, seorang teman yang akrab dengan seluk beluk hardware komputer memberi sebuah saran, “Jangan beli processor Celeron. Soalnya cepat panas dan tidak punya cache.” Apa sih yang sebenarnya dimaksud dengan cache itu?

Cache adalah teknologi yang berbasis pada subsystem memory di komputer. Tujuan utama dari cache adalah untuk mengakselarasi kinerja komputer. Dengan teknologi ini, komputer akan bekerja lebih cepat. Untuk memahami gagasan dasar di balik sistem cache, mari kita perhatikan ilustrasi ransel berikut.

Ransel Pustakawan

Seorang pustakawan berada di meja kerjanya. Kehadirannya di sana adalah untuk memberikan buku yang diminta oleh pengunjung. Anggaplah seorang pengunjung tidak dapat mencari dan mengambil sendiri buku di rak, dan pengunjung harus meminta bantuannya untuk mengambilkan setiaap buku yang akan dibaca pengunjung dari rak penyimpanan. Ada dua jenis pustakawan, yakni tanpa cache dan dengan cache.

Pertama, mari kita lihat cara kerja pustakawan tanpa cache. Seorang pengunjung datang ke perpustakaan. Dia meminta buku “Kisah 1001 Malam”. Selanjutya pustakawan pergi menuju rak penyimpanan, mengambil buku yang dimaksud, kembali ke meja kerjanya, dan menyerahkan buku tersebut kepada si pengunjung.

Selesai membaca, pengunjung tersebut mengembalikan buku kepada pustakawan. Selanjutnya, pustakawan menerima buku itu, dan menyimpannya kembali ke dalam rak. Kemudian dia kembali ke meja kerjanya, menunggu pengunjung berikutnya. Tak lama kemudian datang pengunjung kedua. Dia meminta kepada pustakawan untuk diambilkan buku berjudul sama.

Mendengar judul buku tersebut, pustakawan berjalan menuju rak penyimpanan, mengambil buku yang baru saja dia simpan di sana, kembali ke meja kerjanya, dan menyerahkan buku tersebut kepada pengunjung kedua. Dalam model ini, si pustakawan harus mondar-mandir ke tempat yang sama untuk mengambil buku yang sama. Adakah cara agar si pustakawan tidak harus sering-sering meninggalkan meja kerjanya?

Ya, yakni dengan memberikan cache kepadanya. Cache tersebut adalah ransel yang bisa memuat 10 judul buku (dalam istilah komputer, pustakawan tersbut kini memiliki 10 buku cache). Dalam ransel ini, dia akan menyimpan sementara buku yang dikembalikan oleh pengunjung kepadanya (maksimal 10 buku).

Saat perpustakaan baru dibuka, ransel si pustakawan masih kosong. Pengunjung pertama datang, dan meminta buku “Kisah 1001 Malam”. Seperti pada ilustrasi dia atas, pustakawan pergi ke rak penyimpanan buku, mengambil buku yang dimaksud, kembali ke meja kerjanya, dan menyerahkan buku tersebut kepada pengunjung pertama.

Selesai membaca, pengunjung tersebut mengembalikan buku kepada pustakawan. namun, alih-alih berjalan ke rak penyimpanan untuk menyimpan buku, pustakwan tertap berada di meja kerjanya, dan menyimpan buku tersebut ke dalam ranselnya. Tak lama kemudian datang pengunjung kedua, dan meminta buku yang sama.

Sebelum berjalan ke rak penyimpanan, pustakawan terlebih dahulu mencari buku yang diminta di dalam ransel. Ya, buku tersebut masih ada di dalam ransel! Tanpa harus berkeringat berjalan ke rak penyimpanan, pustakawan dapat langsung memberikan buku tersebut kepada pengunjung kedua.

Cache Komputer

Saat mengakses memory utama (RAM), dia membutuhkan waktu sekitar 60 nanosecond (1/60 miliar detik). Cepat sekali, bukan? Ya, bila dibandingkan dengan waktu yang dibutuhkan pustakawan untuk berjalan dari meja kerjanya ke rak panyimpanan, dan sebaliknya.

Namun tidak bagi prosesor modern. Beberapa prosesor hanya membutuhkan waktu 2 nanosecond untuk mengakses RAM (diebut cycle time). bagi prosesor ini, 60 nanosecond cycle time ibarat pustakawan yang berjalan ke rak penyimpanan dengan cara merangkak.

Bagaimana jika kita membangun bank memory di motherboard, yang kecil namun sangat cepat (sekitar 30 nanosecond)? Itu sudah kali dua lebih cepat daripada akses ke memory utama. Bank ini disebut level 2 cache atau L2 cache. Bagaimana jika kita membangun sistem memory yang lebih kecil, tapi lebih cepat langsung di dalam chip prosesor? Dengan demikian, memory ini akan diakses dengan kecepatan prosesor, bukan kecepatan memory bus? Inilah yang disebut dengan L1 cache yang lebih cepat dari pada L2 cache.

Pada beberapa tipe prosesor, terdapat dua level cache yang tertanam langsung di dalam chip. Dalam kasus ini, cache yang berada di motherboard di antara prosesor dan sistem memory utama turun peringkat menjadi level 3 atau disebut L3 cache.

Sekarang jelas kan, mengapa teman Anda tidak merekomendasikan prosesor tanpa L! dan L2 cache, dan mengapa prosesor yang demikian lebih cepat panas? Karena si pustakawan (prosesor) harus bolak balik ke rak penyimpanan (sistem memory utama) untuk mengambil dan menyimpan buku (data).

Sumber : PC Mild Edisi 13/2009 (25 Juni – 8 Juli 2009)

Mudah Merakit Komputer

Written By. Admin on 20 Oktober 2009 | 21.41.00

MANFAAT komputer saat ini cukup beragam mulai sebagai alat bantu menulis, menggambar, mengedit foto, memutar video, memutar lagu sampai analisis data hasil penelitian maupun untuk mengoperasikan program-program penyelesaian problem-problem ilmiah, industri dan bisnis.

Bisakah kita merakit komputer sendiri? Jawabnya bisa. Untuk dapat melakukannya, pertama kita harus dapat mengerti keterangan berbahasa Inggris yang tertulis dalam manual peralatan elektronik komputer maupun program-program komputernya, bila perlu siapkan kamus bahasa Inggris. Bahasa Inggris yang dipergunakan dalam hal ini cukup sederhana dan mudah dimengerti, hanya dengan mengenal sedikit tata bahasa Inggris anda dapat memahami maksud manual pabrik maupun program sistem operasi dan sistem aplikasinya.

Dalam perakitan komputer, tangan kita tidak boleh basah (berkeringat) dan tidak boleh memegang bagian tengah chip IC termasuk processor dan memory. Keringat dapat menyebabkan kortsluit rangkaian elektronik motherboard saat kita menyalakannya. Pegangan tangan pada bagian tengah chip IC dapat merusak isinya karena tangan mengandung listrik statik. Bila perlu tangan mengenakan gelang yang terbuat dari logam kabel (kabel yang telah dikelupas kulitnya) dan terhubung dengan lantai atau tanah (grounding), agar listrik dari tangan anda tidak merusak chip IC tetapi diteruskan ke tanah.

Untuk membangun sebuah personal computer (PC) diperlukan peralatan-peralatan elektronik paling sedikit sebagai berikut:

1. Layar monitor, berbentuk seperti televisi karena memiliki tabung kaca RGB. Ada pula layar monitor jenis LCD (liquid cristal display) yang hanya membutuhkan listrik sedikit. Kita dapat memilih salah satu jenis VGA, SVGA ataupun LCD (jenis-jenis ini yang banyak dijadikan kelengkapan standar pada sebuah personal computer saat ini).

2. Motherboard (mainboard) dapat dipilih dari jenis motherboard yang mampu mengendalikan processor AT 486 ataupun processor dari berbagai jenis Pentium.

3. Memori RAM (random access memory), dapat dipilih yang sesuai dengan jenis yang cocok dengan motherboad yang kita miliki. Ada beberapa jenis RAM dan kita bisa menanyakan ke toko jenis RAM yang cocok dengan motherboard yang akan dibeli. Jenis RAM antara lain EDO RAM, SIM RAM, SDRAM dengan kapasitas yang bervariasi muai dari 4 Mbyte, 8 Mbyte, 16 Mbyte per buahnya.

4. Flopy drive dan kabelnya. Kita dapat memilih yang standar dan umum terpasang di PC yang ada saat ini yaitu jenis flopy drive 3,5 inci dengan kapasitas 1,4 Mbyte.

5. Hardisk berikut kabelnya. Kita dapat memilih jenis hardisk sesuai dengan kebutuhan mulai dari kapasitas 1 Gbyte, 2,3 Gbyte s/d 10 Gbyte. Hardisk ada dua jenis yaitu jenis SCSI dan jenis IDE. Jenis SCSI biasanya dipergunakan di dalam sebuah komputer server. Tetapi perkembangan teknologi IDE saat ini memungkinkan hardisk jenis IDE dipakai dalam sebuah server.

6. I/O card bila dibutuhkan. Beberapa jenis motherboard produk terakhir telah memiliki slot yang berfungsi sebagai I/O slot, dalam hal ini kita tidak perlu lagi membeli I/O card.

7. Keyboard, dapat dipilih keyboard yang sesuai dengan selera kita.

8. Mouse, dapat dipilih sesuai kebutuhan.

9. Perangkat lain yang dapat kita tambahkan adalah CD ROM drive, souncard & speaker system, modem internal, video card ataupun tuner TV dan radio.

10. Disket atau CD ROM yang berisi software sistem operasi dan software aplikasi. Software sistem operasi yang umum dipergunakan adalah DOS, Windows 95, dan Windows 98.

Peralatan yang dibutuhkan sebagai berikut: obeng, tang, AVO meter (bila ada), solder, timah solder, isolasi, tali pengikat kabel dan buku catatan.

Langkah-langkah Perakitan

Untuk merakit komputer kita dapat mengikuti langkah-langkah sebagai berikut:

1. Ambil motherboard dan aturlah posisi konektor jumper, sesuai dengan yang tertulis dalam manual dari pabriknya. Cabutlah konektor plastik jumper penghubung antar pin yang ada pada motherboard pindahkan pada posisi lain yang menghubungkan sebuah kaki pin dengan kaki pin lainnya sesuai dengan anjuran yang tertulis dalam buku manual motherboard. Biasanya pabrik menyebutkan posisi jumper tertentu sesuai dengan jenis processor yang akan dipergunakan. Perhatikan baik-baik agar kita bisa mencapai hasil yang baik.
Aturlah konektor jumper sesuai dengan kebutuhan kita dengan mengikuti buku petunjuk (manual) dari pabriknya. Sesuaikan posisi jumper tersebut dengan jenis processor yang akan anda pasang. Penyetelan posisi jumper memungkinkan motherboard memberikan listrik yang tepat dan sesuai dengan kebutuhan listrik processor yang dipasang. Apabila salah akan berakibat processor rusak.

2. Pasanglah processor pada tempatnya (soketnya) perhatikan tanda pada processor harus ditempatkan sesuai dengan tanda yang ada pada soket tersebut (tidak boleh terbalik). Kuncilah tangkai pengunci yang biasanya terdapat di sisi soket processor. Perhatikan kode titik atau sisi processor dengan bentuk miring merupakan petunjuk agar bagian processor itu dipasang pada bagian slot yang memiliki tanda sama.

3. Pasanglah memori RAM pada tempatnya dengan baik, perhatikan sudut memori yang biasanya berlekuk harus ditempatkan pada tempatnya secara hati-hati. Apabila kita terbalik memasangnya, maka memori akan sulit dimasukkan.

4. Masukan motherboard ke dalam cashing (kotak komputer), kaitkanlah pengait plastik yang biasa disediakan oleh pabrik cashing ke dalam lubang yang terdapat pada motherboard. Pada sudut yang memungkinkan kita tempatkan baut. Bautlah motherboard tersebut pada cashing untuk menghindari terjadinya pergeseran motherboard pada waktu anda memindah-mindahkan CPU nantinya. Sebaiknya hati-hati memasang motherboard pada cashing karena bentuknya tipis kecil dan memiliki rangkaian elektronik yang rumit.

5. Pasanglah kabel khusus catu daya motherboard yang ada pada power suply (biasanya dituliskan P8 dan P9), kabel berwarna hitam dari kedua konektornya harus dipasang berdampingan. Apabila anda mempergunakan jenis motherboard jenis ATX, pasanglah kabel power khusus tersebut pada slot power khusus ATX yang terdapat pada motherboard tersebut.

6. Pasanglah hardisk, floppy drive pada tempat yang telah tersedia dalam cashing CPU, kencangkan dudukannya dengan baut secara hati-hati. Bila ada CD ROM drive, pasangkan pula alat ini secara hati-hati dan dikencangkan dengan baut.

7. Sambungkan kabel dari power suply ke slot power yang terdapat di hardisk, flopy drive dan CD ROM drive. Perhatikan sudut konektor plastiknya pada kabel tersebut biasanya sudah dirancang pas sesuai dengan dudukan yang terdapat pada hardisk, flopy drive atau CD ROM drive. Bila kita memasang konektor ini terbalik, maka pada saat kita memasukkan konektor tersebut akan terasa sedikit sulit. Segeralah cabut konektornya dan masukkan kembali pada posisi yang tepat.

8. Sambungkan kabel pita (kabel data) pada dudukan hardisk, flopy drive dan CD ROM drive. Kabel ini berfungsi untuk menghubungkan peralatan tersebut ke motherboard. Perhatikan sisi kabel berwarna merah harus ditempatkan pada kaki nomor satu (lihat keterangan yang dituliskan pada hardisk atau flopy drive ataupun CD ROM drive). Bila terbalik memasangnya komputer tidak akan bekerja baik dan dapat merusakan peralatan-peralatan tersebut. Kabel yang terpasang ke flopy drive lebih sempit bila dibandingkan kabel penghubung hardisk ataupun CD ROM drive. Kabel penghubung hardisk dan CD ROM drive sama ukurannya.

9. Sambungkan kabel dari flopy drive ke slot untuk flopy drive, demikian pula sambungkan kabel dari hardisk ke slot IDE nomor 1, dan kabel dari CD ROM ke slot IDE nomor 2. Perhatikan juga agar sisi kabel berwarna merah harus menempati kaki nomor satu pada tiap slot. Kita bisa melihat keterangan yang tertulis di motherboard ataupun di manual motherboard.

10. Pasanglah card VGA pada slotnya. Bila kita memiliki card dari jenis ISA, harus menempatkan card tersebut pada ISA slot bus di motherboard. Bila kita memiliki card VGA jenis PCI, kita harus pasangkan card tersebut pada slot bus PCI di motherboard.

11. Hubungkan konektor kabel penghubung tombol "Reset" ke pin "Reset" yang terdapat padaa motherboard. Hubungkan pula konektor kabel penghubung speaker ke pin bertuliskan speaker yang ada pada motherboard. Sering ditulis dengan kode LS. Beberapa cashing telah dilengkapi pula kabel lampu indikator berikut kabel penghubungnya lengkap dengan konektornya agar perakit komputer tinggal menghubungkan ke motherboard.

12. Pasanglah kabel data dari monitor ke slot yang terdapat di card VGA, perhatikan konektornya memiliki tiga deretan kaki yang tersusun rapi, dengan konektor berbentuk trapesium.

13. Pasangkan konektor keyboard ke slot keyboard yang terdapat di motherboard.

14. Pasangkan kabel listrik dari layar monitor ke slot power yang terdapat di bagian belakang power suply yang telah terpasang pada cashing CPU. Bila konektornya tidak cocok, kita dapat memasang kabel listrik tersebut ke jala-jala listrik rumah. Kita akan membutuhkan T konektor untuk membagi listrik ke monitor dan CPU yang dirakit. Pasangkan kabel listrik untuk CPU ke slot yang terdapat pada power suply di bagian belakang cashing CPU.

Selamat mencoba.

Tips Komputer Tidak Cepat Panas

Written By. Admin on 4 September 2009 | 00.34.00

Tingginya suhu prosesor dapat menjadi pemicu utama sebuah komputer menjadi bermasalah / hang. Bagaimana tidak?, 'otak'nya komputer ini memiliki peranan nomor wahid untuk melakukan semua proses dalam komputer. Tips berikut akan menjelaskan bagaimana caranya merawat prosesor kita agar tidak cepat panas sehingga memiliki kinerja yang stabil dan optimal.

Thermal Paste / Thermal Grease

Thermal Paste / Thermal Grease adalah sebuah bahan (berbentuk seperti gel) yang berfungsi untuk mengangkat panas dari prosesor ke Heatsink. Melihat dari fungsinya maka keberadaan Thermal Paste ini sangat penting. Pastikan bagian atas prosesor anda telah diolesi dengan thermal paste ini. Sebagai informasi, thermal paste yang berwarna silver / perak memiliki kualitas yang lebih baik dibandingkan dengan yang berwarna putih.

Posisi Casing

Casing anda harus berada pada tempat yang mempunyai sirkulasi udara yang baik dan lancar. Posisi casing yang miskin sirkulasi udara akan memicu tingginya suhu komponen hardware didalam casing, terutama prosesor. Anda bisa mengatur ruangan tempat komputer anda berada
Heatsink dan Fan

Kabel yang berseliweran didalam caisng dapat menghambat aliran udara didalam casing. Akibatnya bisa memicu tingginya suhu prosesor. Rapihkan kabel-kabel terutama kabel dengan tipe ATA karena kabel jenis ini memiliki ukuran yang relatif besar dan lebar bila dibandingkan dengan kabel SATA.

Buka penutup casing

Bagi anda yang memakai komputer pribadi (bukan dipakai untuk umum), bisa membuka penutup casing (baik bagian kanan ataupun kiri). Ini cukup efektif untuk melancarkan sirkulasi udara dalam casing. Tapi memang cara ini bisa mengurangi nilai estetika karena casing menjadi kurang sedap dipandang akibat komponen hardware nya menjadi kelihatan. Tapi jika anda meletakkan casing dibawah meja atau disudut maka anda bisa mencobanya sehingga tidak mengurangi nilai estetika.

  KesehatanMore »  

  Serba SerbiMore »  

  Komputer More »  

Sains

More on this category »

  Fashion More »  

 
© Copyright Indo Poster 2012 | Published by Borneo Templates | Support Creating Website | Powered by Blogger.com.